forex trading logo

 

Admin Login



Beranda Pojok Jabon
jabon
pohon jabon (Anthocephalus cadamba) PDF Print E-mail
Written by jasman j makruf   
Monday, 20 June 2011 03:18

 

 
Proprosal Jabon PDF Print E-mail
Written by jasman j makruf   
Wednesday, 15 June 2011 07:35

Jak Tapula Jabon Bersama PT. JAS

 

 

 

 

 

Studi Kelayakan Pengembangan Jabon Untuk Luas 20 Ha

PENDAHULUAN

Penanaman Pohon Jabon merupakan peluang usaha dan investasi menguntungkan. Tanaman ini merupakan tanaman bahan baku industri yang sangat berkualitas bahkan jika dibandingkan dengan tanaman/pohon albaziah atau sengon. yang saat ini masih merupakan bahan baku dasar yang umum digunakan pada industri-industri kayu olahan, seperti: plywood, blockboard, particle board, hingga peti kemas.

Dibandingkan dengan jenis-jenis kayu yang lain, kayu jabon merupakan jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat, berbatang silinders dan lurus, kayunya berwarna putih kekuningan tanpa terlihat serat, yang sangat baik dipergunakan untuk pembuatan kayu lapis maupun kayu gergajian.

Pohon Jabon atau di kenal juga dengan Anthocephalus cadamba Merupakan salah satu jenis kayu yang pertumbuhannya sangat cepat dan dapat tumbuh subur di hutan tropis dengan ketinggian 0 – 1000 m dpl

Saat ini Jabon menjadi andalan industri perkayuan, termasuk kayu lapis, karena Jabon memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan tanaman kayu lainnya termasuk sengon/albasia. Dari hasil uji coba yang telah dilakukan, keunggulan tanaman jabon dapat diuraikan dari beberapa sisi, diantaranya adalah:

a. diameter batang dapat tumbuh berkisar 8 cm/th

b. Masa produksi jabon yang singkat – hanya 67 tahun

c. Berbatang silinder dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus

d. Tidak memerlukan pemangkasan karena pada masa pertumbuhan cabang akan rontok sendiri (self purning)

BUDI DAYA

Pertumbuhan
Pertumbuhan sangat cepat dibandingkan dengan kayu keras lainnya termasuk bila dibandingkan dengan sengon (albasia), Jabon tergolong tumbuhan pionir sebagaimana sengon. Sejauh ini jabon hanya diserang oleh hama dan penyakit, termasuk karat tumor yang kini banyak menyerang sengon.

Batang
Ciri dan karakteristik batang jabon adalah : Permukaan kayu licin serta arah tegak lurus, berwarna putih kekuningan mirip meranti kuning, batang mudah dikupas, dikeringkan, direkatkan, bebas dari cacat mata kayu dan susutnya rendah.

 

Penanaman dan Perawatan
Jabon merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan berkembang tidak memerlukan banyak perlakuan khusus dalam budidayanya.

PEMASARAN


Karena jenis kayunya yang berwarna putih agak kekuningan dan tanpa terlihat seratnya, maka kayu jabon sangat dibutuhkan oleh industri kayu lapis (plywood), industri meubel, pulp, produsen peti buah, mainan anak-anak, korek api, Alas sepatu, Papan, Tripleks. Hal inilah yang menyebabkan pemasaran kayu jabon sama sekali tidak mengalami kesulitan.

 

Sepuluh tahun yang lalu, berdasarkan kenyataan yang dipaparkan dalam buku Informasi Umum Kehutanan – 2002, pada halaman 16 menyatakan dengan jelas bahwa Kesenjangan supply-demand bahan baku industri dihitung terhadap kapasitas terpasang (pulp, kayu lapis, kayu gergajian, dll) sekitar 58,24 juta m³ sedangkan kemampuan lestari hutan adalah 25,4 juta m³. Sehingga dengan kenyataan tersebut Pemerintah melalui Departemen Kehutanan menetapkan kebijakan “SOFT LANDING”, yang isinya secara bertahap menurunkan Jatah produksi Tebang (JPT) kayu bulat hutan alam, sehingga akan semakin mempersulit industri kehutanan khususnya perkayuan untuk mendapatkan bahan baku.

Seperti kita ketahui, bahwa kebutuhan akan kayu tidak pernah menurun, karena secara langsung pertumbuhan populasi akan turut meningkatkan jumlah demand kayu. Berdasarkan data International Tropical Timber Organizations (ITTO-1990), dalam salah satu rilisnya, konsumsi kayu untuk kepentingan domestik (masyarakat) sebesar 0,9 m³ per kapita per tahun.

Sementara itu, untuk kebutuhan pasar kayu dunia dapat diperhatikan pada tabel berikut ini:


Indonesia

Asia Tenggara

Dunia

Wood-based panels




Production (1000 m3)

4.332

22.613

268.788

Imports (1000 m3 )

656

2.651

73.257

Exports (1000 m3)

3.329

12.498

78.342

Consumption (1000 m3)

1.659

12.766

263.702

Pulp for paper




Production (1000 tonnes)

5.282

7.218

193.146

Imports (1000 tonnes)

813

1.657

45.087

Exports(1000 tonnes)

2.622

2.780

47.032

Consumption (1000 tonnes)

3.473

6.095

191.201

Paper and paperboard




Production (1000 tonnes)

7.777

15.543

389.237

Imports (1000 tonnes)

401

5.032

114.797

Exports(1000 tonnes)

3.574

5.228

115.319

Consumption (1000 tonnes)

4.603

15.347

388.715

 

 

 

NILAI EKONOMI

 

Budidaya tanaman jabon yang direncanakan 20 ha akan memberikan keuntungan yang sangat menggiurkan apabila dikerjakan secara serius dan benar. Biaya investasi dalam 6 – 7 tahun untuk setiap hektar adalah Rp.30.000.000,- dan dapat diinvestasikan dalam jumlah 20 ha atau sekitar 20 ribu pohon adalah Rp. 600.000.000,- Saat ini harga pasar per m³ jabon Rp 1.000.000.- Andai harga jabon tak terkerek naik alias Rp.1.000.000 per m³, maka dengan luas lahan 20 ha, jumlah pendapatan penjualan bersih jabon sebesar Rp. Rp.9.938.000.000,-.

Untuk lebih jelas dapat diperhatikan Tabel berikut.

 

 

Pendapatan Investasi Jabon seluas 20 Ha



Produksi kayu glondongan:

Dalam 20 hektar

Jumlah Pohon

20.000

Diameter batang bagian bawah (cm)

35

Diameter batang bagian atas (cm)

20

Panjang batang efektif (meter)

12

Produksi kayu glondongan per batang (m³)

0,62

Produksi kayu glondongan 20000 Pohon(m³)

12400

Harga kayu saat ini per m³

Rp1.000.000



Pendapatan dari penjualan kayu jabon

Rp12.400.000.000

Biaya Panen dan Transportasi dari pendapatan harga kayu

15%

Total Biaya Panen dan Transportasi

Rp1.860.000.000

Pendapatan kotor

Rp10.540.000.000

Investasi

Rp602.000.000

Laba bersama

Rp9.938.000.000



Keuntungan untuk investor (bukan pemilik tanah) 50% (50% x Rp.9.938.000.000)

Rp4.969.000.000

Keuntungan untuk pemilik tanah dan investor 80% (80% x Rp.9.938.000.000)

Rp7.950.400.000

Keuntungan untuk perusahaan 20 % (20% x Rp. Rp..9.938.000.000)

Rp1.987.600.000





Catatan: Harga yang menjadi asumsi dalam studi ini adalah harga saat ini, jika dikemudian hari terjadi kenaikan harga kayu jabon, maka yang menjadi dasar dalam pembagian hasil adalah harga jual yang berlaku pada saat itu.


A.













































































































































Last Updated on Wednesday, 06 March 2013 04:03
 



Artikel Terbaru

Artikel Populer

Download

Link Terkait


Powered by Joomla!. Designed by: templates joomla vps hosting Valid XHTML and CSS.